Tittle : Noona neomu yeopo
Author : devIL'21
Genre : family,, [apa lagi ya? _ish,, author bingung!! Nilai sendiri ajha..]
Cast : Lee Jin Ki [Onew] , Lee Taemin, Kim Ki Bum [key] , Kim Jonghyun [jjong], dan Choi Min ho
ini salah satu FF YAOI ^^
HAPPY READING yAhh...
Ternyata pagi telah menyambutku, yang baru tersadar dari lelapku saat sinar sang raja kehidupan menghujam kedalam kamarku dari sela-sela jendela kamarku yang terturupi korden.
“ih! Telat lagi!”seruku, dan segera bergegas berlarian kedalam kamar madi, yang berada masih diarea kamarku. Usai mandi, mengenakan pakaian khasku, yakni baju oblong dan celana jins, serta ditambah jaket biruku yang bermotif tengkorak hitam saat menyadari suhu pagi ini begitu dingin, aku segera bergegas kearah ruang makan untuk sarapan pagi
“ajummaaa…!! Aku pergi dulu.. annyeong”seru ku, seraya berlarian kebagasi rumahku, tepat disamping rumahku, setelah aku memakai sepatu kets hitamku.
Aku segera melesat dengan kecepatan tinggi dengan mobil sport biruku, melewati beberapa tikungan, melewati gedung-gedung yang menjulang tinggi, melewati keramaian yang memenuhi sudut jalan saat semuanya sibuk untuk beraktifitas sepagi ini. Tak lupa pula, ritual pagi saat melesat dengan mobilku adalah mendengar music dan mengikuti tiap lirik – lirik lagu barat itu.
Aku yang terlalu asik menikmati ritualku itu, tanpa sadar hampir menabrak seorang yeojha yang sedang menyebrang jalan. Dan untungnya aku bisa dengan tangkas merem mendadak! Hanya berjarak satu centimeter mungkin, antara mobilku dengan tubuhnya, Sehingga yeojha itu tak tidak apa-apa,
“oueiy!! Apa kau buta, ha? Ini jalan! Bukan taman!! Asal nyebrang aja! Kamu gag bisa lihat ya?”seruku, masih didalam mobil hanya kepalaku yang melongo keluar dari jendela mobil.
“mianhae,, mianhae..”ujar yeojha itu seraya agak membungkuk sedikit badannya, tetapi matanya tak menuju kearahku walau mengarah kemobilku. Astaga, yeojha itu sangat cantik. Tepat, sesuai dengan yeojha yang aku idamkan, ditambah ia yang mengenakan kemeja, rambutnya tergurai panjang, sampai sepinggang, walau dihiasi topi pada kepalanya dan celana jins biru, serta sepatu kets hitamnya. Lengkap! Itu idamanku!!
Sepintas terpikir saat aku harus keluar dari mobil, dan ingin membantunya, sehingga ada peluang berkenalan dengannya, tetapi urung karena aku punya urusan penting dan ternyata seorang namja muncul dari sisi jalan dan menghampiri yeojha itu.
“mianhamnida,,”ujar namja itu padaku, lalu menuntun perlahan yeojha itu kesudut jalan, menyingkir dari perlintasanku.
Tanpa pikir panjang lagi, aku segera menancap gas mobilku dan bergegas melesat, walu wajah yeojha itu selalu menghantuiku.
“oppaaaaa….!”seru bocah kecil, dongsaengku, taemin, bocah yeojha berusia Sembilan tahun yang berlari menghampiriku seraya menangis tersedu dan memelukku dipinggangku didepan gerbang sekolahnya.
“ish? Waeyoo? Ada apa? Siapa yang mengganggumu lagi?”tanyaku padanya, mengelus pelan untaian rambut pirangnya.
“min ho, oppa… min ho, menggangguku! Tadi saja, dia seperti mau menciumku, tapi aku menampar duluan pipinya! Hikz.. hikz.. dia jahat oppa”tutur dongsaengku
“ih,, lalu, waeyoo kau menangis?”Tanya ku seraya nyengir kuda.
“donghae.. dia mencubitku, tapi dia sudah kabur”ujarnya
“ih? Sebenarnya kamu ini menangis karena min ho atau donghae?”tanyaku, yang agak bingung atas penjelasan dongsaengku yang polos ini.
“sebenenarnya karena shindong”ujarnya lagi, mengusap air matanya yang membasahi pipinya.
“ish? Kau suka membuat oppa makin bingung. Ya sudah.. kalau begini ceritanya kita pulang saja. Oppa masih kecapek’an, oppa’kan baru pulang dari autralia”ujarku, seraya menuntun dongsaeng kesayanganku ini kearah parkiran mobil, yang tak jauh dari posisi berdiriku.
“ne”jawab dongsaengku itu, dengan semangat. Seperti kesedihannya tadi sudah menghilang, dan senyum dibibirnya yang menghiasi bibir mungilnya, dan itu yang selalu membuatku tersenyum saat melihat senyumannya itu.
Tiba-tiba, reflek mataku menangkap sesosok yeojha yang berdiri memaku didepan gerbang sekolah taemin, sedang menyandar tapi tatapan matanya kosong.
“oppa,,, ayyo! Kita ke café’kan?”Tanya dongsaengku, mengubar lamunanku yang terpesona oleh paras yeojha itu.
“ne…”ujarku, yang berjalan pelan kearah parkiran, walupun aku sesekali melirik kearah yeojha itu berdiri.
Tiba-tiba seorang namja yang sebaya denganku, dan seorang bocah namja menghampirinya dan berlalu begitu saja, seraya tertawa, mengobrol sesuatu pada ketiganya.
======================= =======================
Tepat jam 11.30 a.m. yang tertera dilayar jam tanganku, aku segera melesat seperti biasa, menjemput dongsaengku. Walupun seharusnya aku menjemputnya masih sejam lagi, tapi aku berniat untuk sebentar jalan-jalan keliling kota seoul, kota yang sudah aku tinggali tujuh tahun yang lalu.
“annyeong ajumma.. aku mau jalan-jalan dulu, baru aku menjemput taemin”seruku, dan langsung menuju bagasi.