Three Years with Putih Abu~Abu: Makalah "PERBANDINGAN KEBEBASAN PERS DI MASA ORDE ...: MAKALAH PKN perbandingan Kebebasan pada masa orde baru dan reformasi KELOMPOK II 1. Haeru...
Showing posts with label education (Lesson). Show all posts
Showing posts with label education (Lesson). Show all posts
Sunday, January 15, 2012
Wednesday, November 16, 2011
Berdiri dan Runtuhnya VOC
Berdirinya dan bagaimana runtuhnya VOC
silakan Click ini untuk mendownload bentuk makalahnya >> Download (doc)
silakan Click ini untuk mendownload bentuk makalahnya >> Download (doc)
Monday, November 7, 2011
Sunday, November 6, 2011
Makalah Aqidah Akhlak mengenai [Ilmu Kalam]
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam menunjukkan dalil, Al-Qur’an selalu menggugah fitrah manusia atau seluruhnya memperhatikannya struktur alam dengan segala keindahannya, di mana alam ini merupakan dalil tentang wujud Allah.
Al-Qur’an adalah kitab suci yang ditunjukan kepada setiap orang baik, orang awam maupun orang cendekiawan. Orang awam disuruh melihat dan memperhatikan alam untuk menilai kebesaran Allah. Para cendikiawan menyelidiki, menilai dengan seksama, akhirnya mereka beriman kepada Allah. Al-Qur’an memang bukan kitab filsafat, sebab ia tidak hanya diperuntukkan kepada ahli-ahli filsafat dan ahli mantiq saja. Karena kalau demikian, maka Al-Qur’an itu tidak akan difahami oleh orang awam.
Para mutakallimin mempunyai cirri khusus dalam membahas ilmu kalam, yang berbeda dengan ulama’-ulama’ yang lain. Ahmed Ameen menerangkan demikian.
“Sesungguhnya mutakallimin itu mempunyai system tersendiri di dalam membahas, menetapakan, dan berdalil. Berbeda dengan system Al-Qur’an dan hadits serta fatwa-fatwa sahabat. Dari segi lain, berbeda dengan system falsafat dalam membahas, menetapkan dan berdalil. System mereka berbeda dengan system orang-orang sebelumnya dan sesudahnya. Untuk itu akan kami jelaskan secara singkat. Adapaun perbedaan mereka dengan system Al-Qur’an ialah karena Al-Qur’an itu mendasarkan seruannya, berpegang pada fitrah manusia. Hampir setiap manusia, dengan fitrahnya mengakui adanya Tuhan, Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam. Hampir setiap manusia dengan fitrahnya sepakat terhadap hal tersebut, sekalipun berbeda menamakan Tuhan itu dan menyebutkan sifat-sifat –Nya”.
Teologi, sebagaimana diketahui membahas ajaran-ajaran dasar dari suatu agama. Setiap orang ingin menyelami seluk-beluk agamanya masing-masing secara mendalam. Mempelajari teologi akan memberikan seseorang keyakinan-keyakinan yang berdasarkan pada landasan kuat, yang tidak mudah diombang-ambing oleh peredaran zaman. Ilmu kalam merupakan salah satu ilmu Islam. Yang dibahas adalah iman dan akidah Islam yang perlu dipeluk oleh seorang Muslim. Ulama membagi ilmu islam menjadi tiga bagian yaitu dokrin, moral, dan hukum. Dokrin atau akidah merupakan topik-topik yang dimengerti dan diimani, seperti keesaan Allah, sifat-sifat Allah, kenabian yang sifatnya universal dan terbatas, dan seterusnya. Namun ada perbedaan tertentu di kalangan mazhab seperti pa yang merupakan rukun imam. Ilmu kalam termasuk ilmu Islam yang membahas tentang dokrin atau aqidah.
Teologi dalam Islam juga `ilm al-tauhid. Kata tauhid mengandung arti satu atau keesaan dalam pandangan Islam, sebagaimana agama monoteisme, merupakan sifat yang terpenting di antara segala sifat Tuhan. Selanjutnya teologi Islam disebut `ilm al-kalam. Kalam adalah kata-kata. Kalau yang dimaksud dengan kalam ialah sabda Tuhan maka teologi dalam Islam disebut `ilm al-kalam, sabda Tuhan atau al-Qur`an yang pernah menimbulkan pertentangan-pertentangan keras di kalangan umat Islam di abad IX dan X Masehi, sehingga timbul penganiayaan dan pembunuhan-pembunuhan terhadap sesama muslim.
Kalau yang dimaksud kalam adalah kata-kata manusia, maka teologi dalam Islam disebut `ilm al-kalam, karena kaum teolog Islam bersilat dengan kata-kata dalam mempertahankan pendapat dan pendirian masing-masing. Teolog dalam Islam memang diberi nama mutakallim yaitu ahli debat yang pintar memainkan kata-kata.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari ilmu kalam
2. Fungsi ilmu kalam
3. Apa hubungan antara ilmu kalam dengan ilmu (agama) lainnya.
4. Apa saja ruang lingkup dalam ilmu kalam
5. Bagaimana metode pembahasan ilmu kalam
6. Bagaimana ilmu kalam mempertahankan aqidah
C. Tujuan
1. Menjelaskan pengertian dari ilmu kalam
2. Menjelaskan apa fungsi ilmu kalam
3. Menjelaskan hubungan antara ilmu kalam dengan ilmu (agama) lainnya.
4. Menjelaskan apa saja ruang lingkup dalam ilmu kalam
5. Menjelaskan metode pembahasan ilmu kalam
6. Menjelaskan bagaimana ilmu kalam mempertahankan aqidah
D. Manfaat
1. Menambah wawasan bagi penyusun mengenai ilmu kalam secara luas.
2. Mendalami tentang ilmu kalam dari berbagai sudut pandang, sesuai sumber – sumber yang kami dapatkan mengenai ilmu kalam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Nama Dan Pengertian Ilmu Kalam
Rozak Abdul, dkk. 2009.Ilmu Kalam (UIN, STAIN, BANDUNG).Bandung:Pustaka Setia Bandung.
Ilmu kalam bisa disebut dengan beberapa nama,antara lain: ilmu ushuluddin, ilmu tauhid, fiqh Al-Akbar, dan teologi islam. Disebut ilmu ushuluddin karena ilmu ini membahas pokok-pokokagama (ushuluddin); disebut ilmu tauhid karena ilmu ini membahas keesaan Allah SWTdan hal-hal yang berkaitan dengan-NYA. Secara objektif, ilmu kala sama dengan ilmu tauhid, tetapi argumentasi ilmu kalam lebih dikonsentrasikan pada penguasaan logika. Oleh sebab itu,sebagian teolog membedakan anatara ilmu kalam dan ilmu tauhid.
Abu hanifah menyebut nama ilmu ini dengan Fiqh al-Akbar. Menurut persepsinya, hukum Islam yang dikenal dengan istilah fiqh terbagi atas dua bagian. Pertama, fiqh al-kbar, membahas keyakinan atau pokok-pokok agama atau ilmu tauhid. Kedua, fiq al-asghar membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah muamalah, bukan pokok-pokok agama, tetapi hanya cabang saja.
Teologi islam merupakan istilah lain dari ilmu kalamdari bahasa inggris theology. William L. Reese mendefinisikan dengan “diskursus atau pemikiran tentang Tuhan”, menurut William Ockham “Teologi merupakan disiplin ilmu yang berbicara tentang kebenaran wahyu serta independensi filsafat dan ilmu pengetahuan. Sementara Gove menyatakan bahwa teologi adalah penjelasan tentang keimanan perbuatan, dan pengalaman agama secara rasional.
Definisi Ilmu kalam menurut Al-Farabi adalah disiplin ilmu yang membahas Dzat dan sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah esudah mati yang berlandaskan doktrin Islam.
Ibnu Kaldun mendefinisikan ilmu kalam sebagai berikut, ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional.
Jadi, untuk mendefinisikan ilmu kalam maka kita cukup dengan mengatakan bahwa ilmu kalam merupakan sebuah ilmu yang mengkaji doktrin-doktrin dasar atau akidah-akidah pokok dan berupaya membuktikan keabsahannya dan menjawab keraguan terhadap akidah-akidah pokok tersebut.
MUTHAHHARI, MURTADHA. 2003.Pengantar ilmu – ilmu islam. Jakarta : pustaka zahra.
Ilmu kalam merupakan salah satu ilmu islam, yang dibahas adalah iman dan akidah islam yang perlu di peluk oleh seorang muslim. Ilmu ini menjelaskan iman dan akidah islam, membahasnya dari segala aspeknya dan memaparkan alasan – alasan untuk memperkuatnya.
Ilmu kalam merupakan studi tentang doktrin (akidah) dan iman islam. Dimasa lalu juga disebut, ushuluddin atau ‘ilm ut tauhid wash shifat.
Doktrin yang dimaksud diatas adalah salah satu bagian ajaran islam yangdi bagi oleh ulama, doktrin atau akidah (keyakinan hati) ini merupakan topik – topik yang harus di mengerti dan diimani, seperti keesaan Allah, sifat – sifat Allah, kenabian yangbersifat universal dan terbatas, dan seterusnya. Namun ada perbedaan tertentu di kalangan madzhab seperti apa saja yang merupakan rukun iman (ushuludin).
Ilmu kalam merupakan sebuah ilmu yang mengkaji doktrin – doktrin dasar atau akidah – akidah pokok islam (ushluhuddin). Ilmu kalam mengidentifikasi kidah – akidah pokok dan berupaya membuktikan keabsahannya dan menjawab keraguan terhadap akidah – akidah pokok tersebut.
Dalam tulisan – tulisan tentang logika dan filasafat disebutkan bahwa setiap ilmu memiliki materi kajiannya sendiri dan bahwa berbagai ilmu ada perbedaannya antara yang satu dengan yang lain berbagai ilmu ada perbedaannya antara yang satu dengan yang lainnya di sebabkan oleh isi materi pembahasannya.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam menunjukkan dalil, Al-Qur’an selalu menggugah fitrah manusia atau seluruhnya memperhatikannya struktur alam dengan segala keindahannya, di mana alam ini merupakan dalil tentang wujud Allah.
Al-Qur’an adalah kitab suci yang ditunjukan kepada setiap orang baik, orang awam maupun orang cendekiawan. Orang awam disuruh melihat dan memperhatikan alam untuk menilai kebesaran Allah. Para cendikiawan menyelidiki, menilai dengan seksama, akhirnya mereka beriman kepada Allah. Al-Qur’an memang bukan kitab filsafat, sebab ia tidak hanya diperuntukkan kepada ahli-ahli filsafat dan ahli mantiq saja. Karena kalau demikian, maka Al-Qur’an itu tidak akan difahami oleh orang awam.
Para mutakallimin mempunyai cirri khusus dalam membahas ilmu kalam, yang berbeda dengan ulama’-ulama’ yang lain. Ahmed Ameen menerangkan demikian.
“Sesungguhnya mutakallimin itu mempunyai system tersendiri di dalam membahas, menetapakan, dan berdalil. Berbeda dengan system Al-Qur’an dan hadits serta fatwa-fatwa sahabat. Dari segi lain, berbeda dengan system falsafat dalam membahas, menetapkan dan berdalil. System mereka berbeda dengan system orang-orang sebelumnya dan sesudahnya. Untuk itu akan kami jelaskan secara singkat. Adapaun perbedaan mereka dengan system Al-Qur’an ialah karena Al-Qur’an itu mendasarkan seruannya, berpegang pada fitrah manusia. Hampir setiap manusia, dengan fitrahnya mengakui adanya Tuhan, Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam. Hampir setiap manusia dengan fitrahnya sepakat terhadap hal tersebut, sekalipun berbeda menamakan Tuhan itu dan menyebutkan sifat-sifat –Nya”.
Teologi, sebagaimana diketahui membahas ajaran-ajaran dasar dari suatu agama. Setiap orang ingin menyelami seluk-beluk agamanya masing-masing secara mendalam. Mempelajari teologi akan memberikan seseorang keyakinan-keyakinan yang berdasarkan pada landasan kuat, yang tidak mudah diombang-ambing oleh peredaran zaman. Ilmu kalam merupakan salah satu ilmu Islam. Yang dibahas adalah iman dan akidah Islam yang perlu dipeluk oleh seorang Muslim. Ulama membagi ilmu islam menjadi tiga bagian yaitu dokrin, moral, dan hukum. Dokrin atau akidah merupakan topik-topik yang dimengerti dan diimani, seperti keesaan Allah, sifat-sifat Allah, kenabian yang sifatnya universal dan terbatas, dan seterusnya. Namun ada perbedaan tertentu di kalangan mazhab seperti pa yang merupakan rukun imam. Ilmu kalam termasuk ilmu Islam yang membahas tentang dokrin atau aqidah.
Teologi dalam Islam juga `ilm al-tauhid. Kata tauhid mengandung arti satu atau keesaan dalam pandangan Islam, sebagaimana agama monoteisme, merupakan sifat yang terpenting di antara segala sifat Tuhan. Selanjutnya teologi Islam disebut `ilm al-kalam. Kalam adalah kata-kata. Kalau yang dimaksud dengan kalam ialah sabda Tuhan maka teologi dalam Islam disebut `ilm al-kalam, sabda Tuhan atau al-Qur`an yang pernah menimbulkan pertentangan-pertentangan keras di kalangan umat Islam di abad IX dan X Masehi, sehingga timbul penganiayaan dan pembunuhan-pembunuhan terhadap sesama muslim.
Kalau yang dimaksud kalam adalah kata-kata manusia, maka teologi dalam Islam disebut `ilm al-kalam, karena kaum teolog Islam bersilat dengan kata-kata dalam mempertahankan pendapat dan pendirian masing-masing. Teolog dalam Islam memang diberi nama mutakallim yaitu ahli debat yang pintar memainkan kata-kata.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari ilmu kalam
2. Fungsi ilmu kalam
3. Apa hubungan antara ilmu kalam dengan ilmu (agama) lainnya.
4. Apa saja ruang lingkup dalam ilmu kalam
5. Bagaimana metode pembahasan ilmu kalam
6. Bagaimana ilmu kalam mempertahankan aqidah
C. Tujuan
1. Menjelaskan pengertian dari ilmu kalam
2. Menjelaskan apa fungsi ilmu kalam
3. Menjelaskan hubungan antara ilmu kalam dengan ilmu (agama) lainnya.
4. Menjelaskan apa saja ruang lingkup dalam ilmu kalam
5. Menjelaskan metode pembahasan ilmu kalam
6. Menjelaskan bagaimana ilmu kalam mempertahankan aqidah
D. Manfaat
1. Menambah wawasan bagi penyusun mengenai ilmu kalam secara luas.
2. Mendalami tentang ilmu kalam dari berbagai sudut pandang, sesuai sumber – sumber yang kami dapatkan mengenai ilmu kalam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Nama Dan Pengertian Ilmu Kalam
Rozak Abdul, dkk. 2009.Ilmu Kalam (UIN, STAIN, BANDUNG).Bandung:Pustaka Setia Bandung.
Ilmu kalam bisa disebut dengan beberapa nama,antara lain: ilmu ushuluddin, ilmu tauhid, fiqh Al-Akbar, dan teologi islam. Disebut ilmu ushuluddin karena ilmu ini membahas pokok-pokokagama (ushuluddin); disebut ilmu tauhid karena ilmu ini membahas keesaan Allah SWTdan hal-hal yang berkaitan dengan-NYA. Secara objektif, ilmu kala sama dengan ilmu tauhid, tetapi argumentasi ilmu kalam lebih dikonsentrasikan pada penguasaan logika. Oleh sebab itu,sebagian teolog membedakan anatara ilmu kalam dan ilmu tauhid.
Abu hanifah menyebut nama ilmu ini dengan Fiqh al-Akbar. Menurut persepsinya, hukum Islam yang dikenal dengan istilah fiqh terbagi atas dua bagian. Pertama, fiqh al-kbar, membahas keyakinan atau pokok-pokok agama atau ilmu tauhid. Kedua, fiq al-asghar membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah muamalah, bukan pokok-pokok agama, tetapi hanya cabang saja.
Teologi islam merupakan istilah lain dari ilmu kalamdari bahasa inggris theology. William L. Reese mendefinisikan dengan “diskursus atau pemikiran tentang Tuhan”, menurut William Ockham “Teologi merupakan disiplin ilmu yang berbicara tentang kebenaran wahyu serta independensi filsafat dan ilmu pengetahuan. Sementara Gove menyatakan bahwa teologi adalah penjelasan tentang keimanan perbuatan, dan pengalaman agama secara rasional.
Definisi Ilmu kalam menurut Al-Farabi adalah disiplin ilmu yang membahas Dzat dan sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah esudah mati yang berlandaskan doktrin Islam.
Ibnu Kaldun mendefinisikan ilmu kalam sebagai berikut, ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional.
Jadi, untuk mendefinisikan ilmu kalam maka kita cukup dengan mengatakan bahwa ilmu kalam merupakan sebuah ilmu yang mengkaji doktrin-doktrin dasar atau akidah-akidah pokok dan berupaya membuktikan keabsahannya dan menjawab keraguan terhadap akidah-akidah pokok tersebut.
MUTHAHHARI, MURTADHA. 2003.Pengantar ilmu – ilmu islam. Jakarta : pustaka zahra.
Ilmu kalam merupakan salah satu ilmu islam, yang dibahas adalah iman dan akidah islam yang perlu di peluk oleh seorang muslim. Ilmu ini menjelaskan iman dan akidah islam, membahasnya dari segala aspeknya dan memaparkan alasan – alasan untuk memperkuatnya.
Ilmu kalam merupakan studi tentang doktrin (akidah) dan iman islam. Dimasa lalu juga disebut, ushuluddin atau ‘ilm ut tauhid wash shifat.
Doktrin yang dimaksud diatas adalah salah satu bagian ajaran islam yangdi bagi oleh ulama, doktrin atau akidah (keyakinan hati) ini merupakan topik – topik yang harus di mengerti dan diimani, seperti keesaan Allah, sifat – sifat Allah, kenabian yangbersifat universal dan terbatas, dan seterusnya. Namun ada perbedaan tertentu di kalangan madzhab seperti apa saja yang merupakan rukun iman (ushuludin).
Ilmu kalam merupakan sebuah ilmu yang mengkaji doktrin – doktrin dasar atau akidah – akidah pokok islam (ushluhuddin). Ilmu kalam mengidentifikasi kidah – akidah pokok dan berupaya membuktikan keabsahannya dan menjawab keraguan terhadap akidah – akidah pokok tersebut.
Dalam tulisan – tulisan tentang logika dan filasafat disebutkan bahwa setiap ilmu memiliki materi kajiannya sendiri dan bahwa berbagai ilmu ada perbedaannya antara yang satu dengan yang lain berbagai ilmu ada perbedaannya antara yang satu dengan yang lainnya di sebabkan oleh isi materi pembahasannya.
Laporan mengenai perbandingan nasi membusuk antara menggunakan tangan kiri atau kanan
Latar Belakang
“Kalau makan jangan pake tangan kiri, tapi pake tangan kanan!” Itulah kalimat yang sering diucapkan oleh orang tua ketika melihat anak muda makan dengan kiri. Tangan kanan memiliki nilai kesopanan tersendiri bagi masyarakat. Melakukan segala sesuatu dengan tangan kanan adalah suatu yang sudah menjadi bagian dari kebuiasaan masyarakat. Masyarakat telah memberikan persepsi bahwa tangan kanan lebih baik dari tangan kiri. Terutama untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat seperti makan, bersalaman, menulis, dan lain sebagainya. Masyarakat menggunakan tangan kiri hanya untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat kotor seperti membersihkan kotoran. Menggunakan tangan kanan adalah bentuk kesopanan atau norma kesopanan yang sudah ditanamkan dalam masyarakat dari dulu.
Sementara Rasulullah
Sedangkan tangan kiri, biasanya di gunakan untuk melakukan hal yang
Oleh karena itu, kami melakukan observasi dengan menggunakan nasi mana yang lebih cepat basi atau berjamur.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Alat dan Bahan
C. Tujuan
Tujuan dilakukannya pengamatan ini adalah, untu mengetahui keutamaan kanan dengan kiri.
D. Tanggal dan Tempat Pengamatan
• Tanggal : Senin, 01-Agustus-2011
• Tempat : Kediaman Bq. Rizki Melinda Imansari
E. Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari pengamatan ini, adlaah :
1. Menambah pengalaman dalam bereksperimen dalam sgala hal
2. Menambah wawasan, dan menggai ilmu pengetahuan
3. Mengetahui keutamaan tangan kanan dengan tangan kiri.
4. Dll.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
http://al-atsariyyah.com/keutamaan-kanan-daripada-kiri.html
• Keutamaan Kanan Daripada Kiri
Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam seluruh aktifitas beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5926 dan Muslim no. 268)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِيَكُنْ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ
“Apabila salah seorang dari kalian memakai sandal, hendaknya memulai dengan yang kanan, dan apabila dia melepas hendaknya mulai dengan yang kiri. Hendaknya yang kanan pertama kali mengenakan sandal dan yang terakhir melepasnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5856 dan Muslim no. 2097)
Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِلَبَنٍ قَدْ شِيبَ بِمَاءٍ وَعَنْ يَمِينِهِ أَعْرَابِيٌّ وَعَنْ يَسَارِهِ أَبُو بَكْرٍ فَشَرِبَ ثُمَّ أَعْطَى الْأَعْرَابِيَّ وَقَالَ الْأَيْمَنَ فَالْأَيْمَنَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi minum susu campur air, sementara di sebelah kanan beliau ada seorang badui dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakr. Maka beliau minum kemudian beliau berikan (sisanya) kepada orang badui tersebut. Beliau bersabda: “Hendaknya dimulai dari sebelah kanan dahulu dan seterusnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5619 dan Muslim no. 29029)
“Kalau makan jangan pake tangan kiri, tapi pake tangan kanan!” Itulah kalimat yang sering diucapkan oleh orang tua ketika melihat anak muda makan dengan kiri. Tangan kanan memiliki nilai kesopanan tersendiri bagi masyarakat. Melakukan segala sesuatu dengan tangan kanan adalah suatu yang sudah menjadi bagian dari kebuiasaan masyarakat. Masyarakat telah memberikan persepsi bahwa tangan kanan lebih baik dari tangan kiri. Terutama untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat seperti makan, bersalaman, menulis, dan lain sebagainya. Masyarakat menggunakan tangan kiri hanya untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat kotor seperti membersihkan kotoran. Menggunakan tangan kanan adalah bentuk kesopanan atau norma kesopanan yang sudah ditanamkan dalam masyarakat dari dulu.
Sementara Rasulullah
Sedangkan tangan kiri, biasanya di gunakan untuk melakukan hal yang
Oleh karena itu, kami melakukan observasi dengan menggunakan nasi mana yang lebih cepat basi atau berjamur.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Alat dan Bahan
C. Tujuan
Tujuan dilakukannya pengamatan ini adalah, untu mengetahui keutamaan kanan dengan kiri.
D. Tanggal dan Tempat Pengamatan
• Tanggal : Senin, 01-Agustus-2011
• Tempat : Kediaman Bq. Rizki Melinda Imansari
E. Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari pengamatan ini, adlaah :
1. Menambah pengalaman dalam bereksperimen dalam sgala hal
2. Menambah wawasan, dan menggai ilmu pengetahuan
3. Mengetahui keutamaan tangan kanan dengan tangan kiri.
4. Dll.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
http://al-atsariyyah.com/keutamaan-kanan-daripada-kiri.html
• Keutamaan Kanan Daripada Kiri
Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam seluruh aktifitas beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5926 dan Muslim no. 268)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِيَكُنْ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ
“Apabila salah seorang dari kalian memakai sandal, hendaknya memulai dengan yang kanan, dan apabila dia melepas hendaknya mulai dengan yang kiri. Hendaknya yang kanan pertama kali mengenakan sandal dan yang terakhir melepasnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5856 dan Muslim no. 2097)
Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِلَبَنٍ قَدْ شِيبَ بِمَاءٍ وَعَنْ يَمِينِهِ أَعْرَابِيٌّ وَعَنْ يَسَارِهِ أَبُو بَكْرٍ فَشَرِبَ ثُمَّ أَعْطَى الْأَعْرَابِيَّ وَقَالَ الْأَيْمَنَ فَالْأَيْمَنَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi minum susu campur air, sementara di sebelah kanan beliau ada seorang badui dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakr. Maka beliau minum kemudian beliau berikan (sisanya) kepada orang badui tersebut. Beliau bersabda: “Hendaknya dimulai dari sebelah kanan dahulu dan seterusnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5619 dan Muslim no. 29029)
Resume Lompat Jauh
PEMBAHASAN
Source : http://www.anneahira.com/atletik-lompat-jauh.htm
Para peneliti membuktikan bahwa suatu prestasi atletik lompat jauh bergantung pada kecepatan dari pada awalan atau ancang – ancang. Oleh karena itu, di damping memiliki kemampuan sprint yang baik juga harus di dukung dengan kemampuan dari tolakan kaki atau tumpuan.
Dalam lompat jauh, ada beberapa gaya yang biasa di peragakan para pelompat, diantaranya gaya jongkok, gaya menggangtung atau gaya lenting, dan gaya jalan di udara. Dalam hal melakukan teknik lompat jauh, seperti awalan, menumpu, melayang dan mendarat, ketiga gaya ini pada prinsipnya sama saja. Namun, perbedaan dari ketiga gaya ini dapat di lihat dari kondisi sikap tubuh pelompat pada saat melayang di udara.
http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/09/lompat-jauh-pengertian-teknik-faktor.html
Lompat Jauh | Pengertian, Teknik, Faktor Yang Mempengaruhi
Lompat Jauh – Secara umum, gerakan melompat dapat dikelompokan menjadi 2 bagian yaitu lompat jauh dan lompat tinggi. Kedua jenis Lompatan ini dilakukan dengan menggunakan satu kaki tolakan. Namun, dalam penelitian ini akan dibahas mengenai lompat jauh.
Lompat jauh merupakan salah satu aktivitas pengembangan akan kemampuan daya gerak yang dilakukan, dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam lompat jauh terdapat tiga macam gaya yaitu : Lompat Jauh gaya Jongkok (tuck), gaya menggantung (hang style), dan gaya jalan di udara (walking in the air). Gaya-gaya lompat jauh mengatur sikap badan sewaktu melayang di udara. Oleh karena itu teknik lompat jauh sering disebut juga gaya lompat jauh.
Perlu diketahui bahwa yang menyebabkan adanya perbedaan adanya perbedaan dari ketiga gaya tersebut sebenarnya hanya terdapat pada sat badan melayang di udara saja. Jadi mengenai awalan, tumpuan dan cara melakukan pendaratan dari ketiga gaya tersebut pada prinsipnya sama.
Mengenai unsur-unsur yang berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam melakukan lompat jauh meliputi daya ledak, kekuatan, kelincahan, keseimbangan dan lain-lain.
Drs. Eddy Suparman menjelaskan bahwa unsur pokok dalam lompat jauh adalah sebagai berikut :
1. Harus dapat membangkitkan daya momentum yang sebesar-besarnya.
2. Harus dapat memindahkan momentum gaya horizontal dan vertical.
3. Harus dapat mempersatukan gaya tersebut dengan tenaga badan pada saat melakukan tolakan.
4. Harus dapat menggunakan titik berat badan seefisien mungkin.
Teknik Lompat Jauh
injauan secara teknik pada lompat jauh meliputi empat masalah yaitu : Cara melakukan awalan, Tolakan (Tumpuan), Melayang di udara dan Pendaratan.
a. Awalan
Awalan adalah suatu gerakan dalam lompat jauh dilakukan dengan lari secepat-cepatnya yang dilakukan untuk mendapatkan kecepatan setinggi-tingginya sebelum melakukan tolakan. Dapat juga dikatakan, awalan adalah usaha mendapatkan kecepatan horizontal setinggi-tingginya yang diubah menjadi kecepatan vertikal saat melakukan tolakan (Drs. Eddy Suparman, 1999).
Menurut (Drs. Eddy Suparman, (1995 : 44) hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan awalan adalah :
1. Jarak awalan tergantung dari kemampuan masing-masing atlet bagi pelompat dalam jerak pendek sudah mampu mencapai kecepatan maksimal (full speed) maka jarak awalan cukup dekat / pendek saja (sekitar 30-35 meter atau kurang dari ini). Sedangkan bagi atlet lain yang jarak relatif jauh baru mencapai kecepatan maksimal, maka jarak awalan harus lebih jauh lagi (sekitar 30-45 meter atau lebih jauh dari itu). Bagi pemulasudah barang tentu jarak awalan lebih pendek dari ancar-ancar tersebut.
2. Posisi saat berdiri pada titik awalan kaki dapat sejajar atau salah satu kaki ke depan. Hal ini tergantung dari kebiasaan masing-masing atlet.
3. Cara pengambilan awalan mulai pelan, kemudian cepat (sprint).Kecepatan ini harus dipertahankan sampai menjelang bertumpu / menolak.
4. Setelah mencapai kecepatan maksimal, maka kira-kira 3-4 langkah terakhir bertumpu (take off) gerakan lari dilepas begitu saja tanpa mengurangi kecepatan yang telah dicapai sebelumnya. Pada 3-4 langkah terakhir ini perhatian dan tenaga yang dicurahkan untuk melakukan tumpuan pada papan / balok tumpu.
Cara mengambil awalan dalam Lompat Jauh antara lain dilakukan dengan jalan sebagai berikut:
1. Si pelompat mencoba beberapa kali melakukan lari secepat-cepatnya dari permulaan tempat berdiri (tempat/tanda pada waktu akan melakukan awalan) ke papan tolakan sampai tempat pada papan tolakan diukur jaraknya.
2. Si pelompat mencoba beberapa kali melakukan lari secepat-cepatnya dari permulaan tempat berdiri ke papan tolakan ke tempat permulaan akan melakukan awalan. Setelah tepat baru diukur.
3. Si pelompat mencoba beberapa kali melakukan lari secepat-cepatnya dari permulaan tempat berdiri ke papan tolakan dari papan tolakan ke tempat permulaan akan melakukan awalan. Setelah tepat baru diukur walaupun sudah menetapkan ukuran untuk mengambil awalan dengan tepat. Untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan terjadi kegagalan melakukan tolakan, biasanya si pelompat membuat dua buah tanda yaitu tanda I dan II.
Source : http://www.anneahira.com/atletik-lompat-jauh.htm
Para peneliti membuktikan bahwa suatu prestasi atletik lompat jauh bergantung pada kecepatan dari pada awalan atau ancang – ancang. Oleh karena itu, di damping memiliki kemampuan sprint yang baik juga harus di dukung dengan kemampuan dari tolakan kaki atau tumpuan.
Dalam lompat jauh, ada beberapa gaya yang biasa di peragakan para pelompat, diantaranya gaya jongkok, gaya menggangtung atau gaya lenting, dan gaya jalan di udara. Dalam hal melakukan teknik lompat jauh, seperti awalan, menumpu, melayang dan mendarat, ketiga gaya ini pada prinsipnya sama saja. Namun, perbedaan dari ketiga gaya ini dapat di lihat dari kondisi sikap tubuh pelompat pada saat melayang di udara.
http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/09/lompat-jauh-pengertian-teknik-faktor.html
Lompat Jauh | Pengertian, Teknik, Faktor Yang Mempengaruhi
Lompat Jauh – Secara umum, gerakan melompat dapat dikelompokan menjadi 2 bagian yaitu lompat jauh dan lompat tinggi. Kedua jenis Lompatan ini dilakukan dengan menggunakan satu kaki tolakan. Namun, dalam penelitian ini akan dibahas mengenai lompat jauh.
Lompat jauh merupakan salah satu aktivitas pengembangan akan kemampuan daya gerak yang dilakukan, dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam lompat jauh terdapat tiga macam gaya yaitu : Lompat Jauh gaya Jongkok (tuck), gaya menggantung (hang style), dan gaya jalan di udara (walking in the air). Gaya-gaya lompat jauh mengatur sikap badan sewaktu melayang di udara. Oleh karena itu teknik lompat jauh sering disebut juga gaya lompat jauh.
Perlu diketahui bahwa yang menyebabkan adanya perbedaan adanya perbedaan dari ketiga gaya tersebut sebenarnya hanya terdapat pada sat badan melayang di udara saja. Jadi mengenai awalan, tumpuan dan cara melakukan pendaratan dari ketiga gaya tersebut pada prinsipnya sama.
Mengenai unsur-unsur yang berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam melakukan lompat jauh meliputi daya ledak, kekuatan, kelincahan, keseimbangan dan lain-lain.
Drs. Eddy Suparman menjelaskan bahwa unsur pokok dalam lompat jauh adalah sebagai berikut :
1. Harus dapat membangkitkan daya momentum yang sebesar-besarnya.
2. Harus dapat memindahkan momentum gaya horizontal dan vertical.
3. Harus dapat mempersatukan gaya tersebut dengan tenaga badan pada saat melakukan tolakan.
4. Harus dapat menggunakan titik berat badan seefisien mungkin.
Teknik Lompat Jauh
injauan secara teknik pada lompat jauh meliputi empat masalah yaitu : Cara melakukan awalan, Tolakan (Tumpuan), Melayang di udara dan Pendaratan.
a. Awalan
Awalan adalah suatu gerakan dalam lompat jauh dilakukan dengan lari secepat-cepatnya yang dilakukan untuk mendapatkan kecepatan setinggi-tingginya sebelum melakukan tolakan. Dapat juga dikatakan, awalan adalah usaha mendapatkan kecepatan horizontal setinggi-tingginya yang diubah menjadi kecepatan vertikal saat melakukan tolakan (Drs. Eddy Suparman, 1999).
Menurut (Drs. Eddy Suparman, (1995 : 44) hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan awalan adalah :
1. Jarak awalan tergantung dari kemampuan masing-masing atlet bagi pelompat dalam jerak pendek sudah mampu mencapai kecepatan maksimal (full speed) maka jarak awalan cukup dekat / pendek saja (sekitar 30-35 meter atau kurang dari ini). Sedangkan bagi atlet lain yang jarak relatif jauh baru mencapai kecepatan maksimal, maka jarak awalan harus lebih jauh lagi (sekitar 30-45 meter atau lebih jauh dari itu). Bagi pemulasudah barang tentu jarak awalan lebih pendek dari ancar-ancar tersebut.
2. Posisi saat berdiri pada titik awalan kaki dapat sejajar atau salah satu kaki ke depan. Hal ini tergantung dari kebiasaan masing-masing atlet.
3. Cara pengambilan awalan mulai pelan, kemudian cepat (sprint).Kecepatan ini harus dipertahankan sampai menjelang bertumpu / menolak.
4. Setelah mencapai kecepatan maksimal, maka kira-kira 3-4 langkah terakhir bertumpu (take off) gerakan lari dilepas begitu saja tanpa mengurangi kecepatan yang telah dicapai sebelumnya. Pada 3-4 langkah terakhir ini perhatian dan tenaga yang dicurahkan untuk melakukan tumpuan pada papan / balok tumpu.
Cara mengambil awalan dalam Lompat Jauh antara lain dilakukan dengan jalan sebagai berikut:
1. Si pelompat mencoba beberapa kali melakukan lari secepat-cepatnya dari permulaan tempat berdiri (tempat/tanda pada waktu akan melakukan awalan) ke papan tolakan sampai tempat pada papan tolakan diukur jaraknya.
2. Si pelompat mencoba beberapa kali melakukan lari secepat-cepatnya dari permulaan tempat berdiri ke papan tolakan ke tempat permulaan akan melakukan awalan. Setelah tepat baru diukur.
3. Si pelompat mencoba beberapa kali melakukan lari secepat-cepatnya dari permulaan tempat berdiri ke papan tolakan dari papan tolakan ke tempat permulaan akan melakukan awalan. Setelah tepat baru diukur walaupun sudah menetapkan ukuran untuk mengambil awalan dengan tepat. Untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan terjadi kegagalan melakukan tolakan, biasanya si pelompat membuat dua buah tanda yaitu tanda I dan II.
Friday, December 24, 2010
English Lesson
DIRECT AND INDIRECT SPEECH
DIRECT SPEECH
CHARACTERISTICS:
- It is original quotation of a talk
- It is always placed between two quotation marks
- It is always preceded by Capital letter
- Colon (:), Comma (,) are placed before direct speech when the introductory verb position is in the front
- Comma (,) are placed after direct speech when the introductory verb position is placed after or between the direct speech
- The use of punctuation like exclamation mark (!), question mark (?) that point type of sentence of direct speech do not change
Eg.
- ‘Where do you live?’ she asked
- My mother says to my sister: ‘Wash your hands!’
- She yelled at me: ‘Don’t have the door open!’
INDIRECT SPEECH
- It is a kind of report sentence (reported speech)
- It retells one’s talk or idea
- It undergoes certain modification
- It has three types of indirect speech
1. Imperative (Command/request)
2. Declarative (Statement)
3. Interrogative (question
1. Imperative (Command/request)
– The reported is a command
– Because of a command so that it does not know subject
– The verb in direct imperative does not change
– Imperative has contain verb 1 like go, sleep, open etc so in the indirect speech is preceded by to infinitive) namely to go, to sleep, to open
– It also has non verb, so the reported command is preceded by ‘Be + adjective/adverb!’ like: be quiet, be happy, be here so in the Indirect Speech it becomes to be quiet, to be happy, to be here
Subscribe to:
Posts (Atom)